Laman

Senin, 13 Juni 2011

Jika Ani Peduli, Dua Kali Ngantri ATM- Tak Masalah!

Jakarta,medio Juni 2011.

Hari itu Ani , Dirut IMC, bermaksut mengambil uang Rp.10 juta di mesin ATM yang berada di kawasan Mall Jakarta. Ibu tiga anak ini ikut berjajar panjang dalam antrean orang –orang yang juga  ingin menarik uang dari mesin Anjungan Tunai Mandiri yang sama. 
Dalam pikiran wanita kelahiran Garut itu, jika belasan orang didepannya, yang sudah antre duluan berhasil mengambil uang, masihkan dirinya akan kebagian bisa menarik jumlah uang Rp.10juta dari ATM yang padat pengunjung itu? Mengingat, berapa sih isi box dalam ATM? Paling seratusan juta rupiah, pikir kira ulangnya !


Tapi, singkat cerita, Ani sampai juga diantrean terdepan dan siap mengambil uang. Namun sebelum kartu ATM dimasukan ke mesin, Ani menengok ke antrean dibelakangnya yang sudah menyemut panjang lagi. Jadi, dalam hati ia mulai berpikir lagi, jangan-jangan , jika dirinya mengambil Rp.10juta, orang orang dibaris belakang tak akan kebagian duit dari mesin ATM itu. 


Berdasar pertimbangan itu- naluri kepedulianya terusik. Begitu jarinya menyentuh angka-angka di keyboard ATM, bukan jumlah Rp.10juta yang dipencetnya, seperti rencana semula, tapi Wakil Ketua PMI Tangerang Selatan itu- hanya mengambil Rp.5juta, dengan perhitungan, agar orang-orang dibelakangnya masih kebagian uang setelah dirinya mendapatkan separo dari rencananya. Dan, setelah itu, Ani kembali ngantri kederetan paling belakang, untuk berlama-lama sampai ke depan ATM lagi, guna mengambil Rp.5juta sisa rencana semula. Opo Tumon….??, kata orang Jawa!

Dimata kolega yang mendampinginya saat ngantre di Mall itu, kelakuan Ani terasa aneh. Tapi bagi Ani, ia puas bisa memberi hak orang lain, sebelum dirinya mengambil hak dirinya sendiri.

Sikap dasar kepedulian terhadap sesama itu, sesungguhnya telah melekat erat pada Wanita Muslim yang merasa tidak tabu memberi kebebasan pada anak-anak kandungnya sendiri, untuk memilih apa keyakinan agamanya, dengan kesadaran, tanpa paksaan, bahkan sejak dirinya menikahi Peters Simanjuntak- aktivis Gereja yang kini menjadi suaminya.


Bagi Ani, pernikahan beda Agama , nyatanya lebih disukai TUHAN! Buktinya, banyak orang yang dulu tidak menyetujui pernikahannya dengan lelaki Kristen, bahkan banyak yang melecehkannya, faktanya-para penghina itu, sampai saat ini,  tidak bisa berbuat kebaikan lebih banyak terhadap sesama umat manusia- dibanding dirinya. Mungkin TUHAN sebaiknya membuat Agama seperti Pancasila, ya Bu Ani? Yang cukup berkeTuhanan Yang Maha Esa! (enkas/indri/13/6/11)

Jika Ani Peduli, Dua Kali Ngantri ATM- Tak Masalah!

Jakarta,medio Juni 2011.
Hari itu Ani , Dirut IMC, bermaksut mengambil uang Rp.10 juta di mesin ATM yang berada di kawasan Mall Jakarta. Ibu tiga anak ini ikut berjajar panjang dalam antrean orang –orang yang juga  ingin menarik uang dari mesin Anjungan Tunai Mandiri yang sama.
Dalam pikiran wanita kelahiran Garut itu, jika belasan orang didepannya, yang sudah antre duluan berhasil mengambil uang, masihkan dirinya akan kebagian bisa menarik jumlah uang Rp.10juta dari ATM yang padat pengunjung itu? Mengingat, berapa sih isi box dalam ATM? Paling seratusan juta rupiah, pikir kira ulangnya !

Tapi, singkat cerita, Ani sampai juga diantrean terdepan dan siap mengambil uang. Namun sebelum kartu ATM dimasukan ke mesin, Ani menengok ke antrean dibelakangnya yang sudah menyemut panjang lagi. Jadi, dalam hati ia mulai berpikir lagi, jangan-jangan , jika dirinya mengambil Rp.10juta, orang orang dibaris belakang tak akan kebagian duit dari mesin ATM itu.
Berdasar pertimbangan itu- naluri kepedulianya terusik. Begitu jarinya menyentuh angka-angka di keyboard ATM, bukan jumlah Rp.10juta yang dipencetnya, seperti rencana semula, tapi Wakil Ketua PMI Tangerang Selatan itu- hanya mengambil Rp.5juta, dengan perhitungan, agar orang-orang dibelakangnya masih kebagian uang setelah dirinya mendapatkan separo dari rencananya. Dan, setelah itu, Ani kembali ngantri kederetan paling belakang, untuk berlama-lama sampai ke depan ATM lagi, guna mengambil Rp.5juta sisa rencana semula. Opo Tumon….??, kata orang Jawa!

Dimata kolega yang mendampinginya saat ngantre di Mall itu, kelakuan Ani terasa aneh. Tapi bagi Ani, ia puas bisa memberi hak orang lain, sebelum dirinya mengambil hak dirinya sendiri.
Sikap dasar kepedulian terhadap sesama itu, sesungguhnya telah melekat erat pada Wanita Muslim yang merasa tidak tabu memberi kebebasan pada anak-anak kandungnya sendiri, untuk memilih apa keyakinan agamanya, dengan kesadaran, tanpa paksaan, bahkan sejak dirinya menikahi Peters Simanjuntak- aktivis Gereja yang kini menjadi suaminya.

Bagi Ani, pernikahan beda Agama , nyatanya lebih disukai TUHAN! Buktinya, banyak orang yang dulu tidak menyetujui pernikahannya dengan lelaki Kristen, bahkan banyak yang melecehkannya, faktanya-para penghina itu, sampai saat ini,  tidak bisa berbuat kebaikan lebih banyak terhadap sesama umat manusia- dibanding dirinya. Mungkin TUHAN sebaiknya membuat Agama seperti Pancasila, ya Bu Ani? Yang cukup berkeTuhanan Yang Maha Esa! (enkas/indri/13/6/11)

Sabtu, 25 September 2010

Dr Binur , Slamat Jalan.......

video


Catatan perjalanan terakhir dr.Binur, salah satu mantan aktivis di STIKES IMC, serta saat doa menjelang penguburan jenazah pria Kristiani yang juga mendalami Falsafah  berbagai Agama itu, dikemas dalam video berkapasitas lebih 1000 megabit.
Namun setelah munculnya web blog 7th IMC, video dr. Binur bisa diakses langsung dalam formaf 3GP, yang telah di kecilkan oleh redaksi- menjadi sekitar 3megabit saja.

Bagi pemerhati perkembangan IMC bisa mendowload video dr.Binur Gratis, dan menyimpanya di Handphone masing-masing, karena format filmnya yang sesuai dengan fitur diberbagai merk HP.

Selasa, 21 September 2010

Jordan, salah satu Negara Paling Modern di Timur Tengah Yang Mencerminkan Perdamaian Antar Umat Beragama- terutama Islam dan Kristen


Jordan (الأردنّ al-Urdunn ) adalah sebuah negara di Timur Tengah .  Hampir sama sekali tanah-terkunci (kecuali outlet kecil di Laut Merah di Teluk Aqaba dan bagian depan di Laut Mati ), Jordan berbatasan dengan Israel dan Tepi Barat ( Palestina Territories ) di barat, dengan Suriah ke utara, dengan Irak di sebelah timur dan Arab Saudi di selatan.

Untuk sebagian besar sejarahnya sejak kemerdekaan dari pemerintahan Inggris pada tahun 1946, Yordania diperintah oleh Raja Hussein (1953-1999. Seorang penguasa yang pragmatis, ia berhasil navigasikan tekanan bersaing dari negara-negara besar (AS, Uni Soviet, dan Inggris), berbagai negara-negara Arab, Israel, dan penduduk Palestina yang besar internal, melalui beberapa peperangan dan upaya kudeta.
Pada tahun 1989 ia kembali pemilihan parlemen dan secara bertahap diizinkan liberalisasi politik; pada tahun 1994 sebuah perjanjian damai formal telah ditandatangani dengan Israel. Raja Abdullah II - putra sulung Raja Hussein dan Putri Muna - diasumsikan tahta setelah kematian ayahnya pada bulan Februari 1999.
Sejak itu, ia telah mengkonsolidasikan kekuasaannya dan mendirikan prioritas domestik, termasuk program reformasi ekonomi agresif.
 Jordan mengaksesi Organisasi Perdagangan Dunia pada bulan Januari 2000, dan menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan Amerika Serikat pada tahun 2000, dan dengan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa pada tahun 2001. Sumber   http://wikitravel.org/en/Jordan

Senin, 20 September 2010

Senen Sore Bi Elis Telpon, Kisah Dari Timur Tengah

Senen Sore (20/9/10),Bi Elis nelpon Pak Kukuh, sambil bercanda, minta ditebak siapa dirinya yang ngumpet dibalik handphone. Sebelum dijawab, handphone sudah dioper ke Ce Ani, panggilan akrab Ani Yuliani- dilingkungan keluarga untuk Pimpinan IMC Bintaro itu.

Dalam obrolan di Hp, Bu Ani cerita ke Pak Kukuh, bahwa beberapa bulan terakhir menghilang dari peredaran wacana Sosial Politik Tanah Air, dirinya bersama Pak Peters dan keluarga melakukan Muhibah Rohani Jasmani ke beberapa Negara Timur Tengah dan Australia.
Sebelum berangkat tour ke luar negeri itulah,rencana menyusun sejarah IMC dibicarakan dengan Kukuh, bahkan beberapa stap IMC sudah ditunjuk sebagai narasumber.
Tak mau kelupaan, Kukuh segera menuangkan rencana itu kedalam coretan dan filing foto, yang kemudian dituangkan kedalam WebsiteBlog ini.
Mudah-mudahan, setelah aktip kembali mengurus IMC di tanah air, Bu Ani bisa meneruskan rencana penyusunan sejarah IMC tersebut.Amien.

Selasa, 20 April 2010

Ide Awal dan Dinamika Keluarga


Ide Awal

Ramalan Dukun Desa yang memprediksi Kelak jika Dewasa Ce’Ani bakal jadi PARAJI?... apakah ada hubungannya ?? Atau alasan Ekonomi, Panggilan Kemanusiaan, Kepedulian Sosial, atau ya ngalir gitu aja…. ????
Tahun Berapa waktu itu, kalau nggak ingat kira-2 Ce Ani Umur berapa ??
Di Desa mana Dukun itu tinggal tepatnya?


Dinamika Keluarga

Perbedaan Keyakinan/Agama dalam dua Keluarga Besar CeAni dan Pak Peters , apakah menjadi tantangan, pemicu Cita-Cita, atau penghambat Niat ???Hal-hal unik apa yang isa diexspose dari berbagai situasi tersebut…….
Bagaimana Sikap Orang Tua Pak Peters & Ortu Ce Ani- atas Perkawinan Beda Agama itu ?? Bagaimana Ce Ani Menyiasatinya??

Inspirasi - Ujian Hidup Menyemangati Cita-Cita


.....Tuhan, Jika ENGKAU Berkenan Memberi Kesembuhan Pada Suamiku, Ijinkanlah Kami Untuk Menjadi Perpanjangan TANGANMU – agar Kami Bisa Lebih Banyak Membantu dan Mengkhidmati Sesama UmatManusia……..
Ani Yuliani 2006 (Catatan Kukuh)

....…Tak Seorangpun Yang berhak Mengklaim Sebagai Satu-satunya Pemegang Kunci Pintu Surga…..jadi Mari kita Berlomba Beramal Sebanyak – banyaknya untuk Kebaikan Sesama Manusia, Karena Kita Tak Tahu Dengan ” Kunci Amal” Yang Mana - Tuhan Akan Mengijinkan Kita Memasuki Pintu SurgaNYA…..
(…Dialog Peters.S & Kukuh Solo- Jkt. 2007)